DENGAR!

Kumpulan video berbasis komunitas tematik yang dilengkapi dengan kisah dan pemikiran yang mendasari pembuatan video tersebut, serta panduan pemutaran dan diskusi. DENGAR! Kompilasi ini berfungsi sebagai media belajar, memudahkan para pelaku pendidikan untuk mendiskusikan isu tertentu secara mandiri.

DENGAR!

DENGAR! Kompilasi adalah kumpulan video berbasis komunitas tematik yang dilengkapi dengan kisah dan pemikiran yang mendasari pembuatan video tersebut, serta panduan pemutaran dan diskusi. DENGAR! Kompilasi ini berfungsi sebagai media belajar, memudahkan para pelaku pendidikan untuk mendiskusikan isu tertentu secara mandiri.

DENGAR#1 Awal Perjalanan

DENGAR! Vol. 01 | Awal Perjalanan

Pasca-1998, ketika Orde Baru dipercaya telah berakhir, sering dijadikan penanda waktu membuncahnya gerakan untuk perubahan sosial. Pada saat bersamaan perkembangan teknologi audio visual (kamera video/foto digital) dan teknologi informasi (internet) juga mengalami kemajuan pesat. Kamera video / foto menjadi semakin murah dan mudah mengoperasikannya, dan internet mempermudah penyebarannya. Banyak orang percaya bahwa kondisi seperti ini yang memungkinkan merebaknya produksi dan distribusi “Video Berbasis Komunitas”.
Sebagai organisasi yang masih terbilang muda dalam dunia video berbasis komunitas (Kampung Halaman memulai aktivitasnya di tahun 2006), kami banyak belajar dari proses dan karya-karya video berbasis komunitas yang telah berjalan dan ada jauh sebelum kami memulainya.
Hasil penelusuran yang kami lakukan membawa kami ke masa awal tahun 1980-an di sebuah pulau yang berada jauh dari pulau jawa: Maluku. Di mana sekelompok anak muda mulai memvideokan kondisi sekitar kampung mereka: persoalan dan potensinya, ketika kami di Jawa asyik nonton video serial superhero dari Jepang atau Amerika.
Semangat para anak muda ini kemudian menyebar ke Solo, Yogyakarta, Aceh, Bali dan mungkin tempat yang lain yang belum kami telusuri. Hasil penelusuran kami sampai saat ini dapat Anda lihat dalam kompilasi ini. Catatan proses tiap video kami buat dari hasil wawancara dengan lembaga dan pembuat video itu sendiri. Sementara urutan video kami susun menurut usia lembaga yang paling awal menggunakan video sebagai alat pendidikan.
Dengan DENGAR! Kompilasi yang menceritakan Sejarah Video Berbasis Komunitas ini, kami ingin berbagi karya-karya dan proses yang telah memberikan pelajaran dan inspirasi kepada kami. Inspirasi yang memantik sebuah Awal Perjalanan.

DENGAR#2 Partisipasi Perempuan

DENGAR! Vol. 2 | Partisipasi Perempuan

Untuk DENGAR! Kompilasi kali ini, tema Perempuan kami angkat karena banyak video berbasis komunitas (yang selanjutnya disebut dengan video) bicara tentang perempuan, dengan sudut pandang perempuan di berbagai tempat di Indonesia. Cerita-cerita dari tiap komunitas kami buat dan susun berdasarkan hasil wawancara dengan lembaga pendukung atau dengan pembuat video itu sendiri, ada satu tulisan yang dibuat oleh pembuatnya sendiri, yaitu Elinah menceritakan pengalamannya tentang “17 Tahun Ke Atas”.
Sebagian besar perempuan menggunakan video untuk merekam persoalan mereka di tempatnya masing-masing. Komunitas ibu-ibu mitra IDEA (Institut Pembangunan dan Analisa Ekonomi, LSM yang bergerak di ranah advokasi anggaran), di Bantul menggunaknnya untuk merekam aktivitas mereka yang berusaha mendapatkan dana untuk menghidupkan kembali posyandu di tempat mereka. Di Banyuwangi, kelompok penari Gandrung ingin agar stigma negatif yang ditempelkan masyarakat pada mereka, berubah. Di Adonara, Petronela Peni, seorang janda berani menajdi kepala desa perempuan pertama di dataran Flores. Di Jambi, Aliansi Perempuan Merangin merekam pendapat tokoh sekitar yang bertentangan dengan mereka.
Menonton video berisi beragam pengalaman perempuan adalah mengetahui bagaimana realitas perempuan. Untuk merespon ini menjadi aksi yang lebih nyata, kami membuat panduan diskusi sebagai langkah awalnya. Panduan diskusi ini kami buat secara umum, sehingga dapat disesuaikan di berbagai tempat, cara untuk dapat lebih memahami berbagai hal tentang perempuan, di manapun Anda memutarkan video ini.
Kami percaya bahwa kumpulan video yang menceritakan berbagai kondisi dan pengalaman lokal di berbagai tempat di Indonesia dapat menjadi media pendidikan alternatif, bermanfaat bagi komunitas pembuat maupun komunitas di tempat lain dan masyarakat luas. Video tidak lagi sekedar bentuk, tetapi juga media belajar untuk melakukan lebih baik. Memutarkan video berbasis komunitas adalah proses belajar melihat sekitar, inspirasi untuk melakukan sesuatu.

DENGAR#3 Memahami Alam, Menghargai Kehidupan

DENGAR! Vol. 3 | Memahami Alam, Menghargai Kehidupan

Mengubah gaya hidup karena lebih menghargai alam dan segala isinya, itu yang kami pelajari dalam membuat DENGAR! Kompilasi edisi ke-3, yang kali ini mengusung tema “Memahami Alam, Menghargai Kehidupan”. Kami belajar kearifan dan kecintaan warga Muluy kepada hutan mereka, seperti yang tampak dalam video “Alas Milik Kain” “Bagaimana kami kepada hutan seperti menyusu pada ibu. Tidak menghargai hutan sama dengan melecehkan ibu yang telah melahirkan kita”.
Kami tercengang dengan usaha Nelayan Desa Perancak yang belasan tahun dulu berburu penyu dan sekarang menjadi pelestari penyu. Bisakah? Lalu bagaimana dengan mata pencaharian yang selama bertahun-tahun mereka jalani: memperjualbelikan penyu, dan telah menopang hidup mereka selama ini? Di luar dugaan, berdasarkan kecintaannya kepada penyu, para nelayan ini toh mampu mengubah pilihan hidup mereka (tonton video “Adopsi Sarang Lestarikan Penyu”).
Salut juga kami berikan untuk para anak muda yang membuat video “Buka Sasi Lompa”. Kenapa anak muda? Karena inilah cara mereka yang mulai kehilangan minat pada tradisi mereka sendiri, untuk akhirnya justru menjadi pelaku tradisi, yang sudah berjalan ratusan tahun di Desa Haruku.
Ada lebih banyak inspirasi lain dalam katalog ini, yang disuguhkan oleh berbagai komunitas di Indonesia. Video-video komunitas ini kami pilih bersama WALHI, berdasarkan beragamnya komunitas di Indonesia dan isu yang diangkat. Sedangkan kisah dari setiap komunitas tentang videonya kami sarikan dari hasil wawancara dengan lembaga atau dengan pembuat video itu sendiri, dan dari referensi lain yang berhasil kami temukan.
Terima kasih untuk berbagai komunitas yang telah berbagi pengalaman hidup mereka. Kami harap apa yang mereka tuturkan lewat video ini menjadi penggerak bagi kita untuk melakukan perubahan menuju titik lebih baik di komunitas masing-masing.
Akhir kata, silakan memanfaatkan katalog ini. Mari hadapi perubahan dengan tangan terbuka!

DENGAR#4 Kami Remaja Indonesia

DENGAR! Vol. 4 | Kami Remaja Indonesia

Edisi DENGAR! Kompilasi vol.4 ini lahir bertepatan dengan 7 tahun sudah kami mendampingi dan bekerjasama dengan remaja Indonesia. Untuk itu kami mengangkat REMAJA sebagai tema edisi kali ini, kami persembahkan untuk remaja, juga mereka yang berjiwa remaja, di manapun mereka berada. Remaja yang tinggal di kota, di daerah transmigran, di pulau kecil, di perbatasan, dengan beragam kondisi dan tantangan yang sedang mereka hadapi dari tahun ke tahun.
Video-video yang dibuat oleh beragam remaja tentang beragam isu dari tahun 2006 sampai 2012 ini tidak hanya menjadi refleksi, tapi juga menajdi catatan bersama proses perjalanan belajar kita menuju perubahan yang lebih baik. Sekilas pengingat, di tahun 2006 ada gempa besar di yogyakarta, di tahun yang sama juga mulai marak teknologi handphone berkamera, di sekolah masih ada stigma yang diberikan pada anak kelas Sosial dan kelas IPA. Apakah sekarang, di tahun 2013, warga korban gempa sudah dapat pulih sepenuhnya? Seberapa jauh sekolah kita memberi tempat bagi macam-macam potensi remaja dari kelas Sosial ataupun kelas IPA? Bagaimana pengaruh perkembangan media dan teknologi bagi remaja?
Bagi kami media adalah alat untuk remaja bersuara dan meneksplorasi potensinya. Dalam proses pembuatan video, kami mendorong para pembuatnya untuk MERDEKA, menjadi dirinya sendiri dalam berpendapat dan bersikap. Tidak mudah tentu saja, ada banyak tidak percaya diri, keraguan, karena remaja belum terbiasa untuk menyatakan apa yang benar-benar mereka ingin katakan. Daripada berpikir kritis, mereka lebih sering dibuat untuk patuh dan mengikuti pendapat umum dari berbagai sumber yang dianggap sudah paling baik. Ternyata apa yang mereka tonton, dengar dan baca di ‘tempat’ keseharian mereka, seperti sekolah, rumah, televisi, majalah, radio, internet dan sosial media belum sepenuhnya dapat membuat remaja mampu menyampaikan pendapatnya sendiri. Itu kondisi umum remaja di manapun di Indonesia ini. Daripada kita risaukan, lebih baik kita sama-sama sadari dan perbaiki. DENGAR! Kompilasi 4 ini menjadi salah satu latihan bersama kami dan remaja untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Kami percaya, pertukatan pengalaman adalah pendorong terjadinya perubahan. Harapan kami, sudut pandang remaja dalam video-video ini, plus cerita singkat dari pembuatnya dapat menjadi semacam pencerahan, juga semangat bagi kita semua untuk ambil inisiatif merespon peristiwa yang terjadi di sekitar kita, dengan apapun yang bisa kita lakukan.
Terimakasih para remaja pembuat video, kalian sudah mengajak orang di sekitar kalian ikut melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Kami membayangkan bila semua remaja dan anak muda melakukan hal serupa. Indonesia pasti keren!!!

DENGAR#5 Kita Beragam

DENGAR! Vol. 5 | Kita Beragam

DENGAR! Kompilasi volume 5 ini membuat saya sadar bahwa Indonesia jauh lebih beragam dari apa yang saya pikirkan. Kata keberagaman saat ini memiliki arti yang sangat luas, tidak hanya ranah yang berkaitan dengan budaya, tetapi juga ranah keberagaman yang lain.
Sebelum ke ranah lain, mari kita melihat keberagaman budaya yang kita miliki yang sedikitnya tergambarkan sebagai berikut, bahwa kita adalah bangsa yang berjumlah 250 juta penduduk, terdiri dari 1200 etnis dan berkomunikasi dengan sedikitnya 640 bahasa daerah. Ranah keberagaman lain adalah kita memiliki 238 kepercayaan (yang sampai sekarang belum diakui oleh negara), selain 6 agama besar. Itulah kita, yang hidup bersama di wilayah kepulauan yang terbentang luas bernama Indonesia.
Kami percaya keberagaman adalah kekayaan jika kita dapat memahami orang lain. Untuk itu kita perlu lebih sering menciptakan ruang bertemu muka, saling mendengarkan untuk mengalami keberagaman itu sendiri. DENGAR! Kompilasi bertema keberagaman yang kita miliki, video-video di dalamnya berfungsi sebagai pemantik diskusi.
Untuk itu kami memilih 10 video berbasis komunitas yang berisi pengalaman warga biasa dalam menyikapi perbedaan dan keragaman yang mereka miliki dalam berbagai hal, yaitu agama, tradisi, etnis, sistem pendidikan, minat, disabilitas dan seksualitas. Dari 10 video tersebut kami menemukan hal menarik. Tujuh dari 10 mereka, beberapa berhasil menemukan cara untuk mengelola perbedaan mereka sedangkan beberapa masih terus berusaha. Hal tersebut menyadarkan kita akan pentingnya peran institusi pendidikan seperti sekolah dan pesantren dalam menciptakan cara berinteraksi dengan teman yang berbeda-beda. Hal tersebut membangkitkan rasa ingin tahu, sejauh mana institusi pendidikan sekarang ini menciptakan hal tersebut?
Setelah memilih video, kami melakukan wawancara dengan para pembuat video. Tidak semua pembuat berhasil kami hubungi, video produksi tahun 2007 misalnya, kontak pembuatnya sulit kami temukan karena sudah ‘kadaluarsa’. Kami lalu melakukan wawancara dengan pendamping yang mengikuti proses pembuatan video tersebut. Lahirlah 10 tulisan berisi kisah dan pemikiran yang mendasari pembuatan video tersebut. Kisah tersebut membuka mata kita akan beragam motivasi dan cara dalam menyikapi perbedaan. Temuan menarik yang kami dapatkan adalah ada banyak cara, juga keberhasilan dalam mengelola perbedaan. Kita yang beragam ini ternyata mampu hidup bersama.
Kami harap video dan tulisan yang ada di DENGAR! Kompilasi volume 5 ini membantu Anda dalam mendiskusikan keberagaman secara terbuka. Langkah yang kami sarankan adalah menonton keseluruhan video, membaca tulisan yang menyertainya lalu menentukan tujuan pemutaran sesuai kebutuhan. Pemutaran dapat dilakukan di manapun, menggunakan peralatan yang ada. Ajaklah rekan lain untuk terlibat dalam merancang pemutaran agar tercipta kebersamaan. Saat pemutaran, hal penting yang perlu diciptakan adalah memberikan kesempatan bagi para penonton untuk tidak hanya memberikan pendapat, tapi juga saling mendengarkan. Sangat wajar jika di awal diskusi mereka belum dapat berpendapat. Panduan pertanyaan yang ada di tiap tulisan dapat digunakan sebagai pemantik agar mereka memberikan pendapatnya. Semua saran ini bertujuan untuk memicu kreativitas Anda untuk menciptakan ruang diskusi yang lebih terbuka dan kreatif.

DENGAR#6 Berbagi Ruang dan Peluang

DENGAR! Vol. 6 | Berbagi Ruang dan Peluang

Dalam DENGAR! Kompilasi volume 6 ini, kami mengangkat disabilitas sebagai tema. Kami merancang agar kompilasi ini dapat membantu kerja advokasi teman-teman fasilitator/penggiat isu disabilitas yang tergabung dalam organisasi mandiri penyandang disabilitas atau DPO (Disabled People Organisation) atau rekan lain yang memerlukan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat luas non disabilitas tentang penyandang disabilitas dalam berbagai sisi kehidupan.
Kami percaya memahami orang lain dapat terwujud jika kita menciptakan ruang untuk bertemu dan berinteraksi. Melakukan pemutaran dan diskusi adalah cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan ruang tersebut. Video yang dibuat oleh warga penyandang disabilitas adalah media yang efektif untuk mengawali proses pemutaran dan diskusi karena memungkinkan warga penyandang disabilitas dan non penyandang disabilitas untuk bertemu, sama-sama menonton, bertukar pendapat, tanya jawab dan saling mendengarkan. Kami berharap, pertemuan-pertemuan tersebut kemudian dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik, tidak hanya diantara keduanya, tetapi juga antar penyandang disabilitas itu sendiri.
Ada 5 video yang dibuat oleh beragam penyandang disabilitas yaitu dalam hal berkomunikasi, akses pada fasilitas umum, pekerjaan, hukum dan berorganisasi paska bencana alam. Selain berbentuk video, informasi lain yang tersedia dalam kompilasi adalah tulisan proses pembuatan video tersebut yang berisi pemikiran yang
melatarbelakangi pembuatan video serta harapan mereka. Kami juga menyertakan informasi yang relevan dengan isu yang diangkat untuk memperluas wawasan kita semua.
Harapan kami semakin banyak orang berpartisipasi untuk memanfaatkan kompilasi ini, semakin baik pemahaman akan keragaman kita, sehingga warga disabilitas memiliki ruang dan peluang yang sama.

b9c1d59899cf715636b68f11fe4ca0f2ss