| Turonggo Sakti sebagai bagian dari "Anak Muda dan Komunitas Seni Tradisional" |
| Thursday, 18 September 2008 13:47 | ||||
|
There are no translations available. Mendengar kata Reog, tentu kita akan langsung mengingat daerah Ponorogo. Tidak heran, karena Reog merupakan ikon kesenian yang resmi di sana. Tidak banyak yang tahu, bahwa di Dusun Ngradi, Desa Singgahan Kecamatan Pulung, Ponorogo, ada satu bentuk kesenian lain yang dapat mewakili kesenian di Ponorogo. Seni tradisional itu disebut Jaran Thek. Singgahan merupakan sebuah desa yang terletak di lereng sebelah barat pegunungan Wilis dan membawahi enam dusun yang meliputi Krajan, Ngradi, Singgahan Lor, Cengkir, Mojo, dan Puthuk Suren.Di dusun Ngradi banyak tokoh-tokoh seni berada dan banyak berdiri kelompok-kelompok kesenian, walaupun banyak yang punah secara alami. Namun, walaupun banyak seniman tua yang sudah uzur dan meninggal dunia, kegiatan mereka dapat dilanjutkan oleh tokoh muda. Kelompok Jaran Thek ada sejak tahun 1996. Keberadaannya diawali dengan perayaan peringatan kemerdekaan RI ke 51 pada tahun 1996, yang dimeriahkan dengan hiburan dan permainan rakyat. Pada saat itulah anak muda memainkan alat musik Reog thek yang dipinjam dari salah satu tokoh seni di desa Singgahan yang berdomisili di Dusun Ngradi. Dari situlah anak-anak muda merintis untuk mengembangkan kesenian Jaran Thek. Video ini merupakan bagian dari program Lab Komunitas dengan tema "Anak Muda dan Komunitas Seni Tradisional" yang diadakan pada bulan Agustus 2008 yang lalu di Dusun Ngradi, Ponorogo. Selama kurang lebih tiga minggu diadakan penilitian dan pembuatan video partisipatif untuk mendukung dan memfasilitasi kelompok anak muda yang peduli dengan kelangsungan seni tradisi di Ponorogo. Inilah cerita anak muda disana pada saat memeriahkan peringatan kemerdekaan RI ke 63 tanggal 17 Agustus 2008. Selain video yang dibuat oleh Kelompok Jaran Thek, ada satu buah video lain yang dibuat oleh Kelompok Reog.
|