Pada 22-23 April 2017, Yayasan Kampung Halaman (KH) menyelenggarakan acara bertajuk Rembuk Remaja (RR) se-Jawa. Kampung Halaman mencatat beberapa hal yang dialami oleh remaja, komunitas, dan lingkungan sekitarnya. Salah satunya ialah rendahnya kepedulian dari orang tua untuk mendukung aktivitas remaja di komunitas. Upaya dari remaja dan komunitas untuk menjelaskan nilai positif aktivitas mereka pun kerap tidak dihiraukan oleh orang tua. Selepas RR, temuan ini digali lebih jauh oleh kawan-kawan KH. Menyebarnya hoaks, fenomena stres di kalangan remaja, pesatnya penggunaan internet di kalangan remaja, tagar #Proud2BeDifferent, dan lain sebagainya, rupanya berkaitan dengan temuan RR. Kami pun menemukan benang merah dari semua ini, yaitu kata ‘terasing’. Akan tetapi, kata ‘terasing’ ini dalam kehidupan remaja masih perlu ditelusuri untuk melihat lebih jauh peranannya. Oleh karena itu, upaya ini penting untuk diawali dari bagaimana remaja memandang keterasingan tersebut dalam keseharian. Untuk itulah #Terasing kami angkat sebagai tema JR1208 tahun ini. Harapannya, para remaja bisa turut merefleksikannya serta mengambil sikap yang tepat terhadap ‘keterasingan’.

23 Mei 2017, harian KOMPAS mengangkat salah satu bentuk keterasingan dalam kolom “Sosok” yang mengulas profil Asa Firda Inayah (19 tahun) atau akrab disapa dengan Afi. Ia mencuri perhatian netizen karena tulisannya di sosial media. Tulisan Afi yang berjudul ”Warisan” di Facebook miliknya itu sudah dibagikan 66.538 kali, ditanggapi 20.701 komentar, dan mendapat 112.822 reaksi. Akun Afi dilaporkan oleh sejumlah orang yang tidak suka dengan pemikirannya sehingga akunnya pun sempat ditutup sementara oleh Facebook. https://kompas.id/baca/sosok/2017/05/23/pesan-damai-untuk-negeri/

Menilik dari contoh di atas, bagaimana sih sebenarnya kasus Afi ini bisa mengandung ‘keterasingan’? Berikut salah satu sudut pandang dalam mengenali ‘keterasingan’ yang ada pada contoh kasus Afi.

Lewat tulisannya, Afi mengajak pembacanya untuk sama-sama berpikir. Ia sadar, tidak semuanya memiliki pendapat yang sama dengannya dan menganggap dirinya melawan arus. Hal yang dilakukan Afi menjadikan dirinya ‘terasing’ dari pemikiran yang sudah mapan di masyarakat. Ia pun tak peduli dengan stigma orang-orang tua yang kerap tak mengacuhkan pendapat mereka yang lebih muda, khususnya pada remaja sepertinya. Hal berharga yang dimiliki oleh Afi adalah berani menunjukkan pendapatnya dan tampil di depan orang banyak. Pun sah-sah saja bila pendapat yang ingin disampaikan cenderung berbeda dari pendapat orang kebanyakan. Jadi jangan takut menunjukkan pendapatmu bila itu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Yuk sama-sama mengenali gejala #keterasingan di dalam diri atau di sekitar kita!!!

JALAN YUK !!

Jalan Remaja 1208 mengajak komunitas/organisasi/kelompok dengan visi dan misi yang sama untuk berpartisipasi melalui tiga aktivitas, yaitu:

Sahabat Produksi Video Diary : Diterima 12 Video Diary dari 11 Komunitas dari wilayah Cilacap, Garut, Tasikmalaya, Jombang, Grobongan, Surabaya, Jepara, Wakatobi, Salatiga dan Palu.

Bioskop Remaja : Terdaftar 20 titik pemutaran di berbagai wilayah yaitu Bengkulu, Wakatobi, Palu, Banggai, Grobogan, Cilacap, Tasikmalaya, Surabaya, Jepara, Makassar, Jombang,  Balikpapan, Salatiga, Klaten, Garut, Bali dan Yogyakarta.

Opini Remaja : Terdapat 15 Opini Remaja yang masuk .

BIOSKOP REMAJA DI YOGYAKARTA :

12 Agustus 2017 | Kampung Karangwaru komunitas Riverside | Jogja
Dalam Bioskop Remaja kami akan menghadirkan beberapa kolaborator dalam setiap sesi, yaitu:

Workshop Cukil dan Batik :
Oleh Siswa Sekolah Menenggah Seni Rupa dan Re komunitas Sangkanparan, Cilacap.

Sharing :
Bersama Agus Mulyadi ( Penulis dan Redaktur Mojok.co)

Lapak Kreatif
Warga Kampung Karangwaru, Lemonade, Juragan Kecil, Pramesti Emping, dan Cimolly Premie Craft:

Pengisi Acara
Angklung Komunitas Riverside Karangwaru
Summerchild
Umar Haen
Voice of Citizens

MC : Icig Dhilaga dan Fata

 

justo dictum in Aenean tempus odio leo porta. AliquamBioskop Kampung Halaman @ JMR 2018